Keterbatasan pengetahuan kita itu sebenarnya hanya terbatas pada kerelaan kita untuk belajar.

Faq

1. Penulis gurunya siapa? Allah. Berdasarkan QS yang artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (QS Al Alaq: 1-2).

2. Penulis bermazhab apa? Tidak bermazhab, tidak ada perintah  atau tuntunannya baik yang tercantum dalam hadits maupun AlQur'an untuk bermazhab², Penulis hanya mengikuti seperti yang di perintahkan Allah SWT dalam QS an-nisa 59.

3. Penulis ikut golongan /organisasi apa? Tidak ikut kelompok atau golongan atau firqoh jenis apapun.

4. Terus penulis fahamnya apa? Netral cukup muslim yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Pemahamannya tidak jauh beda dengan yang biasa mereka namai salafi dan juga tidak jauh beda dengan 6 golongan yang mereka sebut organisasi/ormas Islam yaitu: Al-irsyad, Hasmi, Wahdah islamiah, Muhammadiyah, Persis dan Mta. Meskipun tidak jauh beda dengan 6 golongan tersebut, namun penulis tidak mendukung mereka bergolongan-golongan, bermazhab-mazab dan berfanatik buta dan bertaqlid buta.

5. Seperti apa yang penulis maksud netral itu? Yang di maksud netral itu istilah yang penulis gunakan untuk menyebut bagi yang tidak mengklaim bergolongan ini-itu, bermazhab ini-itu, bermanhaj ini-itu dan untuk penyebutan bagi seseorang yang masih mau mendengarkan seluruh ceramah dari berbagai pemahaman dan golongan. Namun prinsip tetap satu yaitu sesuai AlQur'an dan Sunnah. Jadi netral itu bukan berarti kita harus ikut pemahaman seluruh golongan dalam Islam yang menyimpang misalnya ketika di ajak tahlilan ikut tahlilan atau sejenisnya atau fanatik buta terhadap salah seorang ulama atau ustadz tertentu.

6. Apakah penulis ada perbedaan pemahaman dengan semua golongan yang di sebutkan di atas? Ya ada namun hanya beda² tipis. Perbedaan itu wajar, seperti halnya seorang anak yang lahir dari ayah & ibu yang sama, pasti hasilnya tidak sama. 

 

 

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Label

Terimakasih Atas Kunjungannya